Tetot.

by

Aku mulai mengerti sekat apa yang memisahkan kita. Tapi tahukah kamu bahwa aku sangat sulit menembusnya? Kamu tidak menghalangi, hanya mengantisipasi. Aku menyadari bahwa sekat itu aku buat sendiri. Menyebabkan kamu bergeser sekian inchi agar kamu tetap terlindungi. Andai saja bisa kutembus sekat tipis tak tahu diri yang tak kunjung hilang dari sejarah itu. Aku benci mengakui bahwa aku masih menikmati setiap senyummu dari jauh. Aku masih menunggu kemunculanmu dipintu kelas setiap pagi. Mataku masih suka mencari-cari sosokmu ditengah teman-temanmu. Aku masih merasa bahagia jika bisa membantumu melakukan hal sekecil apapun itu. Dan di milidetik ke 23.328.000 ini, aku masih menyayangimu.


Jogja, 18 April 2013
02.17 am