“Ntar deh gue ajakin lo kesana”

Itu adalah kalimat terakhir dari setiap cerita kamu tentang kunjunganmu ke suatu tempat yang belum saya kunjungi. Dan setelah kalimat itu keluar, saya akan diam. Diam saya setengah hati mengamini tapi setengah hati tak percaya bahwa kalimat itu bisa saya nikmati suatu ketika. Sedikit dari saya juga tak yakin bahwa kamu akan benar-benar melakukannya, dan percaya itu adalah kalimat sakti yang selalu kamu gunakan agar saya tak lagi banyak bertanya. Ah, saya tidak mengerti. Sekarang kamu semakin pandai memainkan perasaan saya dan saya semakin pandai dimainkan. Semoga suatu hari kamu mengerti apa artinya setiap kata yang mungkin bagimu tak berarti bagi orang yang bisa kamu ubah harinya hanya dengan sebuah kalimat dan sedikit senyuman.


Untuk cerita Tamansari, gunung api purba, 
danau dan berbagai tempat makan.