Semesta (Tidak) Mendukung
Ada yang ngga beres sama otak saya sampe memperpendek cara berpikir saya dan bikin saya membolos kuliah selama hampir seminggu karena menghidari bertemu dia di kelas yang sama. Setelah hampir 5 hari saya membolos untuk 4 kelas, ternyata semesta mempertemukan saya lagi ditempat yang tidak seharusnya saya bertemu. Ah, itu malesin banget kan, udah mau kelar seminggu tapi ujung-ujungnya tetep ketemu, damn. Tapi gara-gara apa yang dilakukan semesta membuat saya sadar, bahwa menghindar itu bukan jalan keluar. Saya inget salah satu dialog Julia Robert sama siapa gitu di film jadul yang ga sengaja saya tonton di MGM Channel yang bunyinya "Its not about getting away from him, but about standing out to him". Lagipula, kemaren saya ngga mikir juga gimana perasaan orang tua saya yang disana susah-susah cari uang buat kuliahin anaknya, eh yang disusah-susahin malah milih melakukan hal yang ngga jelas cuma buat mikirin perasaannya sendiri yang sama sekali ngga ada artinya. Bodoh pangkat tiga.
Saya berterima kasih kepada semesta yang tidak mendukung planning bodoh
saya untuk menghindari sesuatu dengan cara membolos kuliah. Sekarang saya tahu kenapa semesta ngga mendukung usaha saya itu, yaiyalah, penggerak semesta kan Tuhan. Tuhan, tolong jangan bikin kebodohan saya jadi bodoh pangkat empat ya :'''
Dari
Abdullah bin 'Amr beliau berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم
bersabda; Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka
orangtua (H.R.Al-Baihaqy)
Sadar mir, sadar.
